iklan

Jom..lepak di sini!!!.....

Ahad, 20 Januari 2013

Perasaan

Banyak dari kita yang tak pernah jujur pada perkataan dengan perasaan yang ada di hatinya. Tidak lain tidak bukan hanya untuk menyembunyikan perasaan sebenarnya. Kadang kita takut menyatakan sesuatu yang bakal menyakiti seseorang. Tapi pernahkah kita berfikir sampai kapan itu akan berlangsung, dan itu hanya makin menyakiti orang yang ada disekeliling kita. Mengapa tidak mengatakan yang sesungguhnya? Tentang perasaan juga apapun yang dialami dan tidak disukai….awalnya menyakitkan, itu pasti!!! Tapi itu lebih baik dari pada kita harus terus menutupi perasaan yang tidak pernah sejalan dengan perkataan. Segala resiko memang harus kita terima setelahnya, karena setiap berhadapan dengan namanya ’keputusan’ kita juga berhadapan dengan risiko, risiko adalah kata yang selalu melekat pada setiap keputusan. Berusahalah untuk mengatakan yang sebenarnya, walaupun itu pahit. Terlebih lagi menyangkut tentang perasaan, jangan hanya diam dan menunggu, berharap semua keajaiban akan terjadi dan dia juga bisa mengerti. Sama dengan engkau membuat bendungan dan kemudian kau hancurkan kembali. Rasa sakit yang tak terkira yang akan menyerangmu dan mungkin juga orang yang kau kasihi. Soo jujurlah pada setiap perasaanmu, juga pada orang di sekelilingmu. Karena semua itu akan membuatmu menjadi lebih bijaksana dalam segala sesuatu.

Cinta sejati

‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya? Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”. Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda? Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi. Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB). Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari. Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda? Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur. Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda. Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda. Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini? Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakarradhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai: Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku? Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku. Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya, Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu. Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattabradhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya. Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?” Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata: يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها. “Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559) Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1) Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik:Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri. Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi? Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini: الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره “Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya) Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata: كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ Setiap yang terlarang itu menarik (memikat). Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan:Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan: حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli. Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian: فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102 “Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102) Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap? Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu. Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya? Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه “Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih) Dan pada hadits lain beliau bersabda: إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره. “Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya) Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput. الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67 “Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67) Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه “Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih) Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan. Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku. Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku… Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan. ***sumbe bacaan dar ;iUstadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Makna cinta dalam islam

Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi). Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni. Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya. Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya. Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya. Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah. Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat. Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah. Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga.. Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan. Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman… Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu: 1) Iman yang kuat 2) Ikhlas dalam beramal 3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.

Cinta ilahi

Cinta Ilahi itu ibarat sutera Walaupun lembut namun utuh dan teguh Cinta Ilahi itu tidak melalaikan Malah memutikkan kerinduan kepadaNya Dan menambahkan ingatan kepadaNya Cinta Ilahi juga dilimpahi ketenangan, kedamaian dan kejujuran Bukannya kepura-puraan dan keterpaksaan Bukan juga bersifat kemilikan Dan tiada juga keraguan serta kepalsuan Cinta Ilahi juga tidak mengelisahkan Dan juga tidak menerbitkan Kecemburuan, hasad dan dendam Itulah cinta Ilahi Yang terbit dari sifatNya Yang Al-Wahhab Yang Ar-Rahman Dan Ar-Rahim

Teman

Teman Ku juga seperti dirimu Mendambakan cinta seorang insan Yang bergelar ADAM Namun bukan cinta duniawi Yang kuimpikan Tetapi cinta kerana Ilahi Cinta yang kekal abadi Hingga ke syurga Seperti cinta Adam dan Hawa Walaupun angkara Iblis terpisah menderita Namun bertemu kembali di dunia Ku tidak impikan cinta Romeo dan Juliet mahupun cinta Laila dan Majnun Biar ada yang berkata itulah cinta Agung Namun jika tidak berpaksikan cinta Ilahi Hilang keagungannya Fikirkanlah teman Cinta mu itu cinta duniawi Atau kerana Ilahi Fikirkanlah ke mana hala tuju cintamu Hingga ke syurga atau sementara sahaja Janganlah kau sia-siakan fitrah dari Ilahi ini Kerana cintamu lahir dari cintaNYA......

Bintang Allah

Maha suci Allah, siapa sangka cahaya bintang-bintang di langit yang kita lihat di malam hari adalah cahaya yang datang kepada kita 4~16 tahun yang lalu (yang terawal). Bahkan ada cahaya bintang yang kita lihat, sebenarnya cahaya bintang yang telah pun bercahaya berjuta-juta tahun yang lampau. Dan cahaya itu selamat sampai ke penglihatan manusia dengan izin dan kehebatan Allah swt. Tahukah anda jarak bintang terdekat (selain matahari) dengan bumi adalah sejauh 4 tahun perjalanan cahaya. Bintang terjauh dari bumi (yang dijumpai setakat ni) adalah sejauh 93 bilion tahun cahaya. 1 tahun perjalanan cahaya lebih kurang 1×1012 kilometer. 1000000000000 KM. pheww.. Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil ‘azim *********** Setiap amal-amal Islam, kerja-kerja agama, aktiviti-aktiviti dakwah yang kita lakukan, apakah ianya akan menjadi sia-sia? Mungkin hari ni, semua manusia menolak kebaikan yang kita lakukan, siapa jangka beribu tahun mendatang itulah cahaya yang menyelamatkan manusia dari kemurkaan Allah ‘azza wa jalla. Mungkin hari ni, amal-amal Islami yang kita laksanakan tidak mendapat tempat dihati manusia, siapa jangka suatu hari nanti cucu cicit mereka yang akan memperjuangkannya. Seperti mana cahaya bintang yang Allah pelihara dan jaga sehingga sampai ke mata manusia, mudah-mudahan Allah pelihara dan terima setiap amal-amal kebaikan yang kita lakukan untuk Islam. Kalaupun bukan kesannya akan kita lihat segera, pasti memberi manfaat kepada kita di mahkamah agung Allah swt. Allahumma solli ‘ala Muhamad, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Wallahu’alam wa nastagfirullah al ‘azim. info bintang : wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Observable_universe)

ukhwah

Apa itu Ukhwah Islamiyyah yang sebenar??? Salam dari sis... MUQADDIMAH Konsep Ukhwah Islamiyyah ialah persaudaraan atau kasih saying yang bermatlamatkan mardhatillah yang mana ianya merupakan kurniaan atau pemberian daripada Allah swt. Dia melontarkannya kepada hati-hati hambaNya yang ikhlas dan suci. Firman Allah swt yang bermaksud: “Dan Dialah yang menyatukan di antara hati mereka (yang beriman). Kalaulah engkau belanjakan segala (harta benda) yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatu padukan di antara hati-hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatupadukan di antara (hati) mereka. Seungguhnya Ia Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (Al Anfaal ayat 63) KEWAJIPAN DAN TANGGUNGJAWAB UKHUWWAH (PERSAUDARAAN): Ukhuwwah atau persaudaraan di dalam Islam merupakan jalinan yang menghubungkan sebahagian dengan sebahagian Umat Islam yang lain. Ia merupakan ikatan rabbani – ikatan yang diikuti di atas dasar ketaatan kepada Allah – yang mengikat hati-hati mereka dan ia merupakan jalinan yang mendekatkan mereka kepada Allah s.w.t. Ukhuwwah merupakan ikatan keimanan yang paling kukuh sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi s.a.w: “Sekuat-kuat ikatan iman ialah cinta dan berkasih-sayang kerana Allah dan marah juga kerana Allah”. (Hadis riwayat Imam Ahmad). Di dalam ajaran Islam persaudaraan adalah satu tonggak yang menjadi tunjang kepada pembinaan sebuah masyarakat Islam yang kukuh dan sendi yang menghubungkan anggota masyarakat. Harakah Islamiah sangatlah memerlukan agar ikatan persaudaraan yang dianjurkan oleh Islam ini diperkukuhkan sehingga ia menjadi seolah-olah satu bangunan yang tersusun rapi, satu anggota memperkuat satu anggota yang lain. Ianya seumpama satu jasad yang apabila satu daripada anggota jasad itu merasai sakit, maka seluruh anggota yang lain akan turut menanggung penderitaannya. Bagi memastikan hak-hak dan kewajipan ukhuwwah ini dilaksanakan dengan sempurna dan berperanan dalam pembangunan jamaah, Islam telah menjelaskan cara-cara bagaimana hak-hak dan kewajipan tersebut dilaksanakan secara amali dengan memberi penekanan bahawa ia adalah satu tanggungjawab yang mesti dilaksanakan bukan sekadar ucapan di bibir atau teori semata-mata. 1. Ukhuwwah (yang terjalin di antara seorang mukmin dengan seorang mukmin yang lain) mestilah menjadi hubungan yang membawa mereka kepada ketaatan kepada Allah sebagai membenarkan sabda Rasulullah s.a.w yang menyatakan: “Sesiapa yang Allah ingin kurniakan kebaikan kepadanya nescaya Allah mengurniakan kepadanya seorang teman setia yang salih, jika sekiranya dia terlupa (lalai) dia menolong memberi peringatan dan apabila (temannya itu) memperingatkannya ia akan menolongnya”. Teman setia yang baik seperti inilah yang dimaksudkan oleh Sayidina Umar bin Al-Khattab r.a yang mengatakan: “Engkau mestilah mencari saudara-saudara yang jujur dan hiduplah di kalangan mereka kerana mereka itu adalah perhiasan di waktu senang dan bekalan di waktu kesusahan”. 2. Di sudut kejiwaan pula, ukhuwwah merupakan satu keperluan kerjasama, turut merasai keperluan-keperluan saudara-saudara yang lain dan berusaha memenuhi keperluan tersebut sebagai menyahut tuntutan sabda Rasulullah s.a.w: “Jika sekiranya seorang dari kamu berjalan bersama saudaranya dengan tujuan memenuhi keperluannya (dan baginda menunjukkan isyarat dengan jari-jari baginda) amalan itu lebih utama dari dia beriktikaf selama dua bulan di dalam masjidku ini”. (Hadis riwayat Al-Hakim dan dia mengatakan bahawa sanad-sanadnya sahih). 3. Persaudaraan juga adalah kerjasama di bidang kebendaan sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w: “Sesiapa yang melapangkan seorang muslim dari satu kesusahan dunia nescaya Allah melapangkan untuknya satu dari kesusahan di akhirat. Sesiapa yang memudahkan seseorang yang berada di dalam kesusahan nescaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat dan sesiapa yang menyembunyikan rahsia seorang muslim nescaya Allah akan memelihara rahsianya di dunia dan di akhirat. Dan Allah sentiasa menolong seseorang hamba selama ia menolong saudaranya”. 4. Ukhuwwah adalah tanggungjawab kemasyarakatan yang merangkumi kewajipan-kewajipan yang ringkas. Sehubungan dengan perkara ini Rasulullah s.a.w bersabda: “Hak seseorang Muslim ke atas seorang muslim yang lain ada enam perkara: (1)Apabila engkau bertemu dengannya hendaklah engkau memberi salam, (2) Apabila dia menjemputmu maka penuhilah jemputannya itu, (3) Apabila dia meminta nasihat hendaklah engkau memberi nasihat kepadanya, (4) Apabila dia bersin dan bertahmid maka hendaklah engkau lengkapkan dengan bertasymit, (5) Apabila dia sakit hendaklah engkau menziarahinya dan (6) Apabila dia meninggal dunia hendaklah engkau mengiringi jenazahnya”. (Hadis riwayat Muslim). 5. Ukhuwwah juga bererti kemesraan, kasih-sayang dan saling bantu-membantu. Berhubung dengan perkara ini Rasulullah s.a.w bersabda: “Janganlah kamu saling memutuskan hubungan silaturahim, janganlah kamu saling belakang-membelakangi, janganlah kamu saling benci-membenci dan janganlah kamu saling hasad dengki. (Sebaliknya) jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang Muslim itu memulaukan saudaranya (yang mukmin) melebihi tiga hari”. (Hadis riwayat Imam Malik, Bukhari, Abu Daud, Tirmizi dan Nasaie).