iklan

Jom..lepak di sini!!!.....

Jumaat, 22 Februari 2013

SIAPAKAH PAULUS?



    Menurut sejarah, maka tokoh Paulus alias Saulus  ini  muncul
    kira-kira  tahun  38 M. Ada pula yang mengatakan tahun 80 M,
    tetapi saya kira yang jelas ia ada  hidup  di  zaman  Yesus,
    paling  tidak ia seangkatan dengan murid-murid Yesus. Paulus
    adalah anak didik Gamalied, seorang  guru  yang  termasyhur,
    akhli  Taurat  dan Falsafah. Ibu Paulus adalah orang Yunani,
    dan ayahnya orang  Yahudi,  sehingga  pelajaran  agama  yang
    diperolehnya  adalah gabungan daripada kepercayaan Yahwe dan
    Helenisme. Dari percampuran darah Yahudi dan  Yunani,  yaitu
    darah Pandai dan darah Berpikir (Kita mengetahui bukan bahwa
    orang-orang Yahudi terkenal kepandaian dan penemuan-penemuan
    ilmiahnya,  dan  Yunani  kita  kenal  pula  telah melahirkan
    tokoh-tokoh falsafah yang agung-agung), maka  Paulus  memang
    luar  biasa  sekali.  Otaknya  cerdas luar biasa, dapat kita
    saksikan  nanti  dalam  surat-surat  kirimannya.  Ia  bahkan
    dengan  gemilang, sekalipun mendapatkan tantangan yang bukan
    sedikit berhasil menyatukan alam pikiran orang-orang Gerika,
    Alexandria,  Gybelle  dan Yahudi, yang kemudiannya merupakan
    suatu kekuatan yang luar  biasa.  Terdorong  oleh  ibunyalah
    barangkali  makanya ia berkeras hati ingin mengabarkan Injil
    kepada orang orang kafir (Gerika maksudnya),  dan  terdorong
    oleh kebenciannya kepada sang ayah yang menurut penyelidikan
    sejarah  tidak  pernah  mencintai  Paulus,  maka  ia  sangat
    memusuhi  ayahnya,  bahkan bangsa dan agama ayahnya. Kitapun
    dapat membaca nanti dalam surat-surat kirimannya, betapa  ia
    mencuci  bersih-bersih  orang-orang  Yahudi,  bahkan  sampai
    kepada Tauratnya sekalipun.
 
    PRIBADINYA
 
    Mengenai sukubangsanya, ia Paulus sendiri memberikan iawaban
    sebagai berikut:
 
    1. Ia adalah orang Rum, dalam keterangannya kepada orang
       Rum. 
    2. Ia adalah orang Yahudi, dalam keterangannya kepada orang
       Yahudi. 
    3. Ia adalah orang Parisi, dalam keterangannya kepada orang
       Parisi. 
 
    Menurut  definisi  ilmu  jiwa,  maka  bila  saja   seseorang
    memberikan dua buah keterangan, dan kedua-duanya tidak sama,
    artinya  manusia  itu  tengah  berdusta.  Paulus  saya  kira
    menyedari  dustanya  ini,  sebab  dikemudian  hari ia bahkan
    menekankan   kepada   pengikut-pengikutnya   untuk   berbuat
    demikian  seperti  katanya  dalam  Korintus  I:  9:21:  yang
    bunyinya, berbuatlah seperti Yahudi dihadapan orang  Yahudi,
    dan  berbuatlah seperti Gerika dihadapan orang-orang Gerika.
    Ia kemudian dengan sombongnya mengatakan: Bila  dustaku  ini
    melimpahkan  kepada  kemuliaan  Allah,  adakah aku ini masih
    akan dihukumkan pula? 
 
    Pribadi Paulus telah kita kenal. Ia bukan saja  ahlhi  putar
    balik  yang baik, tetapi iapun seorang yang keras kepala. Ia
    dengan bangganya pula menulis, bahwa  ia  tidak  mau  tunduk
    kepada  suatu  hukum  apapun  dan  begitulah  katanya, bahwa
    segala sesuatu halal baginya, meskipun segala sesuatunya itu
    belum    tentu    berfaedah.    Keterangan    dustanya   ini
    berlarut-larut terus, sehingga  kita  dapatkan  pula  nanti,
    pada   waktu   ia   menerima   "panggilan  Ilhami,"  menurut
    keterangannya  yang  pertama,  ia  tidak  menampak  apa-apa,
    menurut   keterangan   kedua   ia   melihat  cahaya.
    dan  22:9).  Menurut  keterangannya   yang
    pertama  pula  ia  sendiri saja yang mendengarkan suara itu,
    menurut keterangannya  yang  kedua,  katanya  kami  semuanya
    mendengarkan.  menurut
    keterangannya yang  pertama  pula  ia  mengatakan  bahwa  ia
    sendiri   yang  jatuh,  menurut  keterangan  yang  kedua  ia
    mengatakan "kami semuanya rebah." Lho, dia buta,  tetapi  ia
    dapat  melihat  dengan jelas kawan-kawannya pada jatuh,
    pelik kan? 

Nabi ‘Isa Islam VS Nabi ‘Isa Kristian (a.k.a. Tuhan Yesus)





Di dalam dunia ini ada dua jenis ‘Isa, iaitu:

(a) ‘Isa versi Islam

(b) ‘Isa versi Kristian

‘Isa versi Islam merupakan seorang manusia 100%. Baginda hanya merupakan seorang nabi. Baginda tidak dibunuh dan disalib. Al-Quran telah menjelaskan hal ini dengan nyata:

“Dan kerana ucapan mereka : ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, ‘Isa anak Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya…” ( Surah An-Nissa: 157)

‘Isa versi Kristian adalah manusia/tuhan Yesus yang telah mati dibunuh oleh orang-orang Yahudi. Kitab Injil ada memberitakan hal ini:

“Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa ia telah mati….” (Yohanes 19:33)

“Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu….”(Matius 27:58-59)

Lantaran terdapat dua versi Nabi ‘Isa dalam dunia ini, maka umat Islam perlulah mengetahui siapakah yang akan hadir pada akhir zaman ini, sama ada ‘Isa versi Islam atau ‘Isa versi Kristian?

Soalan: Menurut Islam siapakah Nabi ‘Isa yang akan hadir di akhir zaman nanti?

Jawapan: Pertama sekali, kita perlu faham bahawa Al-Quran telah mengajar kita bahawa

1. Allah adalah Tuhan semesta alam (Surah Al-Fatihah, ayat 1)

2. Allah itu tunggal, bukannya tritunggal/triniti (Surah Al-Ikhlas, ayat 1)

3. Allah tidak beranak atau diperanakkan (Surah Al-Ikhlas, ayat 3)

4. Tiada satu pun yang menyerupai-Nya (Surah Al-Ikhlas, ayat 4)

Kedua, kita perlu memahami pengakuan Nabi ‘Isa di dalam Al-Qur’an bahawa baginda bukanlah Tuhan Allah:

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kam mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’. ‘Isa menjawab: ‘Maha Suci Engkau (ya Allah), tidaklah patut bagiku mengatakan sesuatu yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku katakan demikian, maka tentu Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku dan aku tiada mengetahui apa yang ada pada diri (Zat) Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala perkara yang ghaib.’” (Surah Al-Maidah: 116)

“Aku ['Isa Al-Masih] tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku, iaitu: Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi atas mereka, selama aku hidup bersama mereka, Tatkala Engkau mewafatkanku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau menjadi saksi atas tiap-tiap sesuatu.” (Surah Al-Maidah: 117)

Jadi siapakah Nabi ‘Isa yang akan muncul di akhir zaman menurut Al-Quran dan Al-Hadis? Sudah tentu Nabi ‘Isa versi Islam, Rasul Allah, manusia 100% dan bukannya tuhan, kehadirannya adalah untuk membersihkan dirinya daripada dipertuhankan oleh orang-orang kafir. Inilah yang dimaksudkan dalam Al-Quran yang berbunyi:

“Ingatlah ketika Allah berkata: ‘Ya ‘Isa, sesungguhnya Aku mengangkat engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas dari mereka yang kafir, sampai hari kiamat….’” (sebahagian dari terjemahan Surah Ali-Imran:55)

Soalan: Adakah ayat ini menunjukkan orang Kristan sekarang ini di atas orang yang kafir kerana mereka adalah pengikut Nabi ‘Isa versi Kristian?

Jawapan: Sila perhatikan ganti nama Nabi ‘Isa ditulis dalam huruf kecil yang bermakna dia manusia. Dan perlu anda ketahui bahawa kaum Kristian tidak menulis terjemahan ayat itu hingga tamat bacaan kerana takut pendustaan mereka terbongkar. Akhir ayat itu menegaskan bahawa pada akhirnya Nabi ‘Isa dan sekalian manusia akan kembali kepada Allah , dan Allah-lah yang akan menjadi Hakim di Hari Kiamat. Hujung ayat itu berbunyi:

“‘…Kemudian tempat kembalimu hanyalah kepada-Ku, lalu Aku hukum antara kamu tentang apa-apa yang kamu perselisihkan.’”. (Surah Ali Imran :55)

Soalan: Sila jelaskan lebih lanjut mengenai persoalan Nabi ‘Isa versi Islam yang dinyatakan di dalam Surah Ali Imran?

Jawapan: Allah mengajar Nabi Muhammad dan umat manusia mengenai kejadian Nabi ‘Isa di dalam Surah Ali Imran yang berbunyi:

“Demikianlah Kami bacakan kepada engkau (ya Muhammad) beberapa ayat dan Kitab yang hakim (berisi hikmah)” (Surah Ali Imran: 58)

“Sesungguhnya umpama (kejadian) Isa disisi Allah, seperti (kejadian) Adam, Allah jadikan dia dari tanah, kemudian Allah berkata kepadanya: ‘Jadilah engkau’, maka jadilah ia”. (Surah Ali Imran: 59)

Soalan: Jadi itu bermakna hadis-hadis Nabi Muhammad dan syarahan ulama-ulama Islam adalah merujuk kepada Nabi ‘Isa versi Islam?

Jawapan: Benar, sudah tentulah ia merujuk kepada Nabi ‘Isa versi Islam

Soalan: Bagaimanakah dengan hujah-hujah kaum Kristian yang berlandaskan kitab Injil?

Jawapan: Kita tidak perlu khuatir dan menyusahkan fikiran kita dengan memikirkan hujah-hujah dari kitab Injil kerana kitab Injil telah dibuktikan korup, menyeleweng, hilang keaslian dan bercampur antara ayat yang haq dan ayat yang batil. Buktinya kaum Kristian tidak berpuas hati dengan hanya menyelewengkan kitab Injil dan cuba pula hendak menyelewengkan kitab suci Al-Quran. Contohnya dalam kes ayat 55, Surah Ali Imran tadi.

Kesimpulan: Al-Quran, Al-Hadis dan ijma’ ulama Islam tidak pernah bersetuju bahawa Nabi Isa yang diceritakan dalam al-Quran merupakan Yesus Kristus, tuhan orang Kristian. Perlakuan orang Kristian memalsukan ayat Al-Quran yang tersebut di atas untuk tujuan menghalalkan ajaran agama mereka ini tidak ubah seperti meletakkan tanda halal pada makanan yang tidak halal bagi umat Islam. Contohnya kejadian penggunaan enzim lemak khinzir di dalam produk Ajinomoto keluaran Indonesia. Di luar kulit mereka gunakan simbol Islam iaitu halal tetapi hakikatnya produk itu telah tercemar!

Firman Allah :

“Segolongan di antara orang-orang Ahli Kitab bercita-cita hendak menyesatkan kamu, dan tiadalah mereka menyesatkan (orang lain), hanya diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyedarinya.” (Surah Ali-Imran: 69)

h
i
t
u
P
i
l
i
L